Pemuda…adalah sebuah kekuatan dalam setiap peradaban, ketika jiwa pemuda dipenuhi dengan semangat maka akan
menggelorakan semangat terhadap lingkungan sekelilingnya. Tidak bisa dipungkiri jayanya sebuah peradaban berada di tangan para pemuda yang dengan gagah berani, kita semua bisa melihat dari setiap perjuangan sebuah negara dalam menegakkan kemerdekaannya semua itu tidak terlepas dari campur tangan para pemuda. More
Bangkitlah wahai Pemuda-Pemudi!
23 Desember 2011
Tak Berkategori muda-mudi, pendidikan 1 Komentar
Sudahkah Tersedia tempat untuk dibenci?
23 Desember 2011
catatan mahabbah Hati 1 Komentar
Apa yang kita rasakan manakala kita dibenci oleh orang lain? Apa yang akan kita perbuat manakala kita dibenci dan bahkan dijauhi oleh orang lain, apakah kita akan membalasnya dengan sesuatu yang lebih bahkan mungkin lebih keras lagi dari apa yang kita terima? Sungguh seorang Ibnu Taimiyah telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyediakan sedikit ruang untuk menampung segala macam kebencian orang yang kan kita terima, manakala kita mendapatkan kebencian orang boleh jadi itu adalah sedikit dari jalan yang Allah berikan untuk memberikan keutamaan kepada kita. More
Renungan hari ini
18 Agustus 2011
Catatan diri do'a, Hati, Renungan 2 Komentar
Wajah layu yang termakan usia, gurat wajahnya kian terlihat jelas. Pundaknya pun kini tak lagi begitu kekar, sayu
matanya menahan derasnya air mata karena tak kuat lagi menahan jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah. Suara yang berat keluar jelas menampakkan jiwa yang penuh kesedihan karena di timpa segudang masalah, namun dia tetap tidak tak tega membiarkan kita terlunta. More
Ingatkah Janji-Janji kita?
17 Juli 2011
Catatan diri catatan, Hati 4 Komentar
Terkadang diri malu tatkala menyatakan tunduk dan patuh padaNya, tapi pada kenyataannya sangatlah jauh dari apa yang kita nyatakan tadi. Sahabat, sudahkah kita mendeteksi hal demikian karena kita senantiasa berucap janji setidaknya dalam sehari 17 kali namun demikian kita kadang atau bahkan tak pernah faham akan janji-janji kita sendiri, karena seringnya kita melalaikan janji itu. More
Berlanjutnya Sebuah Perjalanan (Tujuan itu 2)
16 Juli 2011
Catatan diri Cinta, Hati, pengharapan Tinggalkan komentar
Jejak langkah kaki itu kini sudah mulai kembali bergerak, walaupun terang belumlah sampai menjejak ke bumi, nyala api sebagai penerang yang pernah padam kini mulai terang walaupun masih belum kokoh. Namun kini jalan yang ditapaki oleh sang kaki telah berbeda dari jalan yang pertama di jejaki, namun tetaplah kan menuju ke muara yang sama, menuju ke satu titik cahaya yang terang, cahaya yang terangnya menyejukkan serta kan memberikan jelasnya dunia pada mata yang melihatnya. More
Masihkah “Pede”?
5 April 2011
Catatan diri Hikmah, Malu, Renungan 4 Komentar
Apa kabar sahabat semua…baru kali ini saya bisa kembali bersilaturahim dengan saudaraku kembali, setelah sekian
lama segala ide dan hikmah ingin berlarian keluar dari otak yang tak seberapa ini, hal ini karena kuatnya kerangkeng kemalasan yang melanda saya…semoga sahabat, saudaraku semua tidak sampai merasakan hal yang demikian. Sahabat…akhir-akhir ini kita sering kali diberitakan dengan tingkah polah manusia yang kian hari kian semakin narsis, apakah sahabat juga mengalami hal demikian? More
Cinta lagi
21 Maret 2011
catatan mahabbah Cinta, hati-hatilah 6 Komentar
Cinta…kata yang tak pernah kita ucapkan, sungguh kata yang begitu manis semanis madu namun manakala cinta itu
salah tempat maka manisnya bukanlah manis madu melainkan manis sirup yang penuh dengan bibit penyakit bila berlebih-lebihan ya…seperti yang pernah saya bahas dulu dengan bahasan Cinta Madu vs Cinta Gulali. Sungguh satu kata ini memang sangat enak didengar, indah dipandang dan sedap dirasa. Manusia mana yang tak mau dengan yang namanya cinta, walaupun berusaha menyembunyikannya. Sungguh tak ada satupun makhluk di dunia ini yang lepas dari yang namanya cinta, sungguh Allah Maha Indah yang telah menciptakan makhluk bernama cinta ini. More
Lupakah kita???
12 Maret 2011
Catatan diri catatan Tinggalkan komentar
Kehidupan manusia tak akan ada yang tahu atas apa yang akan terjadi, kita tak tahu apa yang akan terjadi satu tahun kedepan, atau satu bulan kedepan bahkan satu detik yang akan datang pun kita tak tahu apa yang kan menimpa kita semua. Kita selaku manusia, hanyalah wajib berikhtiar yang disertai do’a janganlah kita menjadi manusia yang terlalu sombong dalam melaksanakan setiap ikhtiar yang kita lakukan. More
Renungkan
31 Desember 2010
Catatan diri catatan, Muhasabah, Renungan 4 Komentar
Sahabat…bagaimana kabar imanmu saat ini, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam
menjalankan setiap apa yang Dia perintahkan dan menjauhi setiap apa yang Dia larang. Sahabat, pernahkah kita berfikir sejenak tentang kehidupan ini, tentang apa yang Dia berikan kepada kita, tentang apa yang kita lupakan dari Dia, tentang penyelewengan hati serta pikiran kita terhadap nikmat-nikmatNya. More
Tujuan itu
31 Desember 2010
Catatan diri pengharapan 4 Komentar
Cahaya itu masih temaram, belum jelas kelihatan dari jauh namun baru berupa bercak merah seperti titik merah yang menempel di kain yang hitam kelam. Namun demikian jejak langkah kaki ini tak henti tuk menuju bercak sinar merah nan kecil, dengan langkah yang pasti kaki terus berjalan menatap seberkas sinaran kecil nun jauh didepan sana. Ditemani oleh sahabat-sahabat sejati yang tak nampak pula, sahabat yang senantiasa menemani kala suka maupun duka yang senantiasa tak pernah tidur walau sahabat yang satu ini tidur, yang tak lengah kala sahabat ini sedang lengah, yang teliti mencatat apa yang senantiasa sahabat ini lakukan.
Langkah kaki ini semakin lama kian kencang, dengan sejuta harap yang terus digantungkan pada tali gantungan yang Maha Kuat, berbalut keikhlasan. Walau sesekali kaki terantuk batu, karena memang keadaan gelap. Sungguh semakin lama cahaya itu semakin kuat dan semakin membesar, namun dalam hati terbesit pertanyaan apakah sinar itu mau menerangi jiwa yang lama gelap itu. Semakin lama semakin berlari semakin kuat pula pertanyaan itu memutari pikiran, entah apa yang terjadi rasa pertanyaan itu semakin menjadi.
Sungguh ada musuh yang terus membisiki tuk menjauh, namun kaki teruslah mantap berjalan dengan semakin menancapkan kaki hingga membekas di tanah yang dilewati agar tak roboh oleh bisikan dan gertakan musuh yang tak kenal lelah tuk menjatuhkan pijakan kaki agar terhenti langkah kaki itu agar tak sampai pada cahaya kecil nan temaram. Sungguh semakin dekat dirasa semakin berat jejak langkah yang diayunkan, entah apa lagi yang merintangi. Sedang niat terus menguat dan meluruskan diri, namun apa yang terjadi selanjutnya….(bersambung)
Langkah Kaki Itu
30 Desember 2010
Catatan diri Jejak, pengharapan 2 Komentar
Ketika langkah sudah melangkah, maka pantang untuk menarik mundur teruskan saja langkahnya walaupun memang di
depan itu masih gelap gulita belum terang…namun harapan akan adanya sinar terang walaupun masih temaram terus dipupuk…walaupun langkah kaki pertama begitu tergopoh-gopoh tetap saja terus melangkah, namun sekiranya langkah ini adalah langkah pertama dan jangan sampai patah hanya karena satu batu sandungan kecil. Karena dengan jelas di depan sana masih banyak batu sandungan-batu sandungan yang kian melangkah kan kian besar pula batu itu. More
Indahnya Perbedaan
21 Desember 2010
Catatan diri perbedaan 4 Komentar
Perbedaan, sahabat apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata perbedaan tadi? apakah itu sebagai bahan untuk dicela, bahan untuk disesali, bahan untuk dicemooh, bahan perpecahan, ataukah untuk disyukur? Sungguh hikmah apa yang terdapat dalam perbedaan itu sendiri, namun terkadang kita tak pernah dan bahkan seakan menutup mata akan indahnya sebuah perbedaan. Kadangnya kita bersuudzon dengan perbedaan, kita kadang memandang rendah orang yang berbeda, atau iri dengan perbedaan yang dimiliki oleh orang lain. More
Do’a Jiwa
27 November 2010
Catatan diri do'a, munajat, pengharapan, Renungan 4 Komentar
Ya Allah…sungguh diri ini penuh dengan noda lumpur, tubuh ini belepotan dengan debu-debu dosa yang senantiasa
menempel hingga lusuh badan ini. Sungguh tak kuasa wajah ini tengadah menatapMu, karena wajah ini penuh dengan coreng-coreng dosa. Ya Allah,,,hanya Engkau siapa yang tahu siapa diri ini, diri yang penuh dengan cela. Sungguh diri ini takut Kau tinggalkan, biarlah diri ini dilupakan manusia namun janganlah sampai diri Engkau tinggalkan. Jadi apakah diri ini kala Engkau tinggalkan. More










komentar terakhir