Cerahnya wajah itu terlihat sekilas, senyum mengembang dari bibirnya..suasana bahagia menyelimuti seluruh orang. Terutama sang ratu dan raja sehari…wahai jiwa yang bahagia..berlayarlah engkau ke laut lepas, meski batu karang dan ombak besar kan menghadang teruslah melaju kedepan.

Hanya untaian doa yang bisa diberikan meski itupun lewat jarak yang teramat jauh, meski do’a itupun tak terucap di kala hari bahagia itu. Meski berat mendengar sang ratu telah menemukan rajanya, namun demikian Allah telah memutuskan. Memang benar yang Allah katakan bahwa “Apa yang kau anggap baik belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya..”

Hanya doa selamat berlayar..semoga engkau..atau kalian bisa menjadikan perahu yang indah, yang mampu menahan terjangan ombak dan badai kelak di tengah lautan..sekali lagi hanya ucapan “barokallahu laka wa baroka ‘alaika wa’jama’a bainakuma fi khoir” semoga Allah senantiasa memberikan kenikmatan, dan keberkahan bagi kalian berdua.

Hanya maaf..ya hanya kata maaf saja yang bisa terlontar untuk sang ratu pemilik raja…semoga engkau bisa tambah sholehah dengan imam yang begitu sholeh..semoga kalian tetap bersatu hingga ke jannahNya kelak…