Berlanjutnya Sebuah Perjalanan (Tujuan itu 2)

Tinggalkan komentar


Jejak langkah kaki itu kini sudah mulai kembali bergerak, walaupun terang belumlah sampai menjejak ke bumi, nyala api sebagai penerang yang pernah padam kini mulai terang walaupun masih belum kokoh. Namun kini jalan yang ditapaki oleh sang kaki telah berbeda dari jalan yang pertama di jejaki, namun tetaplah kan menuju ke muara yang sama, menuju ke satu titik cahaya yang terang, cahaya yang terangnya menyejukkan serta kan memberikan jelasnya dunia pada mata yang melihatnya. Lagi

Iklan

Tujuan itu

4 Komentar


Cahaya itu masih temaram, belum jelas kelihatan dari jauh namun baru berupa bercak merah seperti titik merah yang menempel di kain yang hitam kelam. Namun demikian jejak langkah kaki ini tak henti tuk menuju bercak sinar merah nan kecil, dengan langkah yang pasti kaki terus berjalan menatap seberkas sinaran kecil nun jauh didepan sana. Ditemani oleh sahabat-sahabat sejati yang tak nampak pula, sahabat yang senantiasa menemani kala suka maupun duka yang senantiasa tak pernah tidur walau sahabat yang satu ini tidur, yang tak lengah kala sahabat ini sedang lengah, yang teliti mencatat apa yang senantiasa sahabat ini lakukan.

Langkah kaki ini semakin lama kian kencang, dengan sejuta harap yang terus digantungkan pada tali gantungan yang Maha Kuat, berbalut keikhlasan. Walau sesekali kaki terantuk batu, karena memang keadaan gelap. Sungguh semakin lama cahaya itu semakin kuat dan semakin membesar, namun dalam hati terbesit pertanyaan apakah sinar itu mau menerangi jiwa yang lama gelap itu. Semakin lama semakin berlari semakin kuat pula pertanyaan itu memutari pikiran, entah apa yang terjadi rasa pertanyaan itu semakin menjadi.

Sungguh ada musuh yang terus membisiki tuk menjauh, namun kaki teruslah mantap berjalan dengan semakin menancapkan kaki hingga membekas di tanah yang dilewati agar tak roboh oleh bisikan dan gertakan musuh yang tak kenal lelah tuk menjatuhkan pijakan kaki agar terhenti langkah kaki itu agar tak sampai pada cahaya kecil nan temaram. Sungguh semakin dekat dirasa semakin berat jejak langkah yang diayunkan, entah apa lagi yang merintangi. Sedang niat terus menguat dan meluruskan diri, namun apa yang terjadi selanjutnya….(bersambung)

Langkah Kaki Itu

5 Komentar


Ketika langkah sudah melangkah, maka pantang untuk menarik mundur teruskan saja langkahnya walaupun memang di depan itu masih gelap gulita belum terang…namun harapan akan adanya sinar terang walaupun masih temaram terus dipupuk…walaupun langkah kaki pertama begitu tergopoh-gopoh tetap saja terus melangkah, namun sekiranya langkah ini adalah langkah pertama dan jangan sampai patah hanya karena satu batu sandungan kecil. Karena dengan jelas di depan sana masih banyak batu sandungan-batu sandungan yang kian melangkah kan kian besar pula batu itu. Lagi

Do’a Jiwa

4 Komentar


Ya Allah…sungguh diri ini penuh dengan noda lumpur, tubuh ini belepotan dengan debu-debu dosa yang senantiasa menempel hingga lusuh badan ini. Sungguh tak kuasa wajah ini tengadah menatapMu, karena wajah ini penuh dengan coreng-coreng dosa. Ya Allah,,,hanya Engkau siapa yang tahu siapa diri ini, diri yang penuh dengan cela. Sungguh diri ini takut Kau tinggalkan, biarlah diri ini dilupakan manusia namun janganlah sampai diri Engkau tinggalkan. Jadi apakah diri ini kala Engkau tinggalkan. Lagi

Permata itu

13 Komentar


Bismillah…entahlah, hadirnya memang tak disadari. Sebuah permata yang dicari selama ini baru ditemui, namun diri menyadari semua hal belum pasti. Satu detik kedepan adalah suatu hal yang masih ghaib, kita tak tahu apa yang kan terjadi, apa yang akan menimpa kita, masihkah bisa bernafas ataukah jatah kita di dunia ini telah habis. Sungguh semuanya tak bisa ketahui, semuanya belum pasti karena semuanya adalah rencana Illahi. Lagi

Sungguh Besar CintaNya

Tinggalkan komentar


Sungguh bahagia kala kita bisa merasakan hangatnya cinta dari Sang Pemilik Cinta, betapa tidak ketika Allah mencintai seseorang maka Dia akan memerintahkan kepada segenap malaikat yang ada di langit untuk mencintai orang itu. Selanjutnya para malaikatpun akan turun ke bumi dan mengabarkan pada seluruh makhluk Allah bahwasanya Allah mencintai si fulan/fulanah dan seluruh makhlukNya pun akan senang dan cinta terhadap si fulan/fulanah itu. Lagi

Di keheningan Malam

2 Komentar


Ya Allah sungguh indah ketika bisa melewatkan malam bersamaMu, mencurahkan segala asa dan harap. Menangis karena takutnya akan banyak dosa yang diperbuat, mengharap ridhoMu senantiasa tuk segala aktivitas yang lalu. Sungguh kenikmatan tiada tara kala bersungkur sujud ditengah malam kala orang-orang terlelap dalam tidurnya, terbuai dengan mimpi-mimpi indahnya. Lagi

Older Entries