Ujian

Tinggalkan komentar


Unisma bekasi, geografi

Hari ini mahasiswa sedang masuk ke masa-masnya ujian, kadang mereka mengganggap ujian adalah satu kegiatan yang cukup menegangkan. Entah itu merupakan efek ketidaksiapan ataupun ketidakpahaman terhadap soal-soal yang diujikan, padahal kalau mau jujur apa yang diujikan itukan sejatinya apa yang telah diberikan pada saat perkuliahan berlangsung. Jadi sejatinya kalaulah mereka siap dan senantiasa bersiap-siap dalam belajar dan tentunya juga sadar bahwa ujian itu pasti datang dengan berbagai bentuk ujian itu sendiri. Maka kita tidak akan bingung harus melakukan apa ketika ujian, namun jangan sampai pula melakukan hal-hal yang mencederai makna dari ujian itu sendiri atau dengan kata lain menghalalkan segala cara.

Sahabat…adilkah kita terhadap diri kita? Ya pertanyaan ini layak dipertanyakan kepada kita, karena dari proses pembelajaran sejatinya kita sudah melakukan persiapan dan tentunya pula pengorbanan baik secara waktu dan biaya.

Sudahkah kita siap menerima dan melaksanakan setiap bentuk ujian? Karena sejatinya ujian di sekolah, ujian di kampus bisa menjadi gambaran dari kehidupan kita. Karena setiap makhluk yang bernyawa pasti akan diuji, dan tentunya jenis dari ujiannya pasti akan berbeda-beda.

Manakala kita bersiap diawalnya, maka tatkala ujian itu datang kita akan senantiasa siap dan tentunya kita tidak akan bingung karena tahu akan jawaban dari setiap ujian yang kita lalui. Tentu jawaban yang paling paripurna adalah kita dapat kembali ke pada sang pemilik cinta dan sayang…yaitu Allah swt.

Karena sudah Allah jelaskan dalam surat cintaNya bahwasanya dibalik kesusahan selalu akan ada dua kemudahan, namun demikian ikhtiar kita pun harus senantiasa dipersiapkan dengan matang…sungguh Allah menyenangi hambaNya yang senantiasa bersyukur terhadap ujian yang diberikan…semakin cinta Allah, maka akan semakin banyak pula ujian yang Dia berikan kepada kita. Begitu pula yang Allah berikan kepada para kekasihNya yakni para nabi dan rasul-rasulNya. Apalagi kita selaku hamba biasa yang masih pula banyak dosa dan khilaf…jadi persiapkan diri sebaik mungkin, menghadapi ujian yang kan diberikan kelak.

Iklan

Telaga Kehidupan

Tinggalkan komentar


Keberadaan kita di dunia ini mempunyai makna. Sungguh malang ketika ada atau tidaknya kita itu tidak mempunyai makna dan pengaruh sama sekali terhadap masyarakat sekitar kita. Atau bahkan, justru keberadaan kita tidak diinginkan orang karena ketika kita hadir justru menjadi biang kerok dan pembuat masalah. Jika kondisi ini menimpa kita, duh, betapa tidak ada harganya kita di mata orang lain.

Lagi