Pemuda…adalah sebuah kekuatan dalam setiap peradaban, ketika jiwa pemuda dipenuhi dengan semangat maka akan menggelorakan semangat terhadap lingkungan sekelilingnya. Tidak bisa dipungkiri jayanya sebuah peradaban berada di tangan para pemuda yang dengan gagah berani, kita semua bisa melihat dari setiap perjuangan sebuah negara dalam menegakkan kemerdekaannya semua itu tidak terlepas dari campur tangan para pemuda.

Kita lihat bagaimana generasi awal peradaban Islam bangkit, disitu banyak terdapat generasi muda yang penuh semangat serta mempunyai pondasi keimanan dan ketaqwaan yang begitu tinggi hingga rela meski harus ditukar dengan nyawanya sekalipun. Bagaimana negeri ini bisa berdiri dengan tegaknya, hal itu tidak terlepas dari campur tangan para pemuda yang terus menggelorakan semangat ke seluruh negeri untuk bisa terlepas dari belenggu penjajah. Gelora semangat itulah yang menggetarkan serta merontokkan kekuatan penjajah, kekuatan yang penuh dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Sungguh kita tidak bisa menutup mata dengan semangat para pemuda yang telah dengan rela menukarkan jiwa raganya demi berdiri tegaknya negara ini, sungguh kekuatan yang tak kan mampu diruntuhkan walaupun oleh senjata yang begitu mutakhir sekalipun.

Kita lihat betapa peran pemuda begitu besar dalam menumbangkan berbagai pemerintahan yang dzolim terhadap ummat, kita bisa melihat bagaimana tumbangnya kekuasaan presiden Soekarno, runtuhnya hegemoni Soeharto, lepasnya kuasa Gusdur semua itu tidak terlepas dari peran pemuda yang terus menggelorakan semangat perjuangan.

Wahai para pemuda-pemudi, sudahkah kita semua lupa akan hal itu?

Betapa berat perjuangan para pemuda yang ingin merebut kemerdekaan, mereka rela meninggalkan kehidupan yang begitu menyenangkan demi tegaknya negara yang berdaulat. Bermodalkan semangat yang berbalut takbir, para pejuang mengusir penjajah di Surabaya, kita bisa melihat bagaimana seorang Bung Tomo menggemakan takbir untuk membakar semangat para pemuda, hingga para musuh gentar mendengarkan seruan takbir di seantero kota Surabaya.

Wahai pemuda engkau punyai potensi yang begitu besar, janganlah kau sia-siakan masa muda hanya untuk sekedar bersenang-senang, bersenda gurau tak karuan, tawuran yang tak jelas siapa yang dibela dan mempertahankan apa. Sungguh sudah hancurlah sendi-sendi para pemuda sekarang, pemuda lebih senang berkutat dalam kehidupan yang hedonisme, berasyik masyuk dalam lingkaran pacaran sambil bermesra ria dihadapan umum tanpa merasa risih sedikitpun, lebih senang tawuran yang tak jelas tujuan dan manfaatnya.

Kemanakah generasi Rabbaani yang begitu cinta kepada Allah hingga dengan rela menyerahkan jiwa dan raganya demi tegaknya asma Allah, waha para pemuda bangun dan segeralah bangkit dari setiap mimpi indah. Sudah saatnya untuk bergerak kembali membangun peradaban yang penuh keindahan, sudah saatnya untuk merealisasikan mimpi-mimpi indah itu. Gelorakan kembali semangatmu hingga kan menggetarkan buluh-buluh musuh kita semua, buatlah kagum para orang tua dengan semua karya-karya kita.

Ingatlah zaman ini tantangan begitu berat untuk dihadapi, kumpulkan serpihan-serpihan semangat yang sudah terserak termakan oleh semangat berpacaran, hancur oleh semangat tawuran. Alihkan semangat-semangat itu untuk sesuatu yang begitu berarti bagi kehidupan ummat, sudah saatnya untuk kita memikirkan betapa ummat sudah merindukan lahirnya pemuda yang penuh dengan semangat menggelorakan takbir demi membangun negeri ini. Kalaulah engkau merasa begitu kuat hingga tak takut kala tawuran, maka buktikan hal itu apabila engkau merasa paling hebat dengan maju kehadapan melangkah menghadapi musuh-musuh Allah dan Rasulnya, beranikah engkau menghadapi godaan syetan yang selamanya tak ikhlas manakala ummat manusia tak ikuti langkah-langkahnya.

Kalaulah kau merasa begitu romantis hingga menyalurkannya kepada pacar yang tak halal bagimu, maka buktikan keromantisanmu itu untuk cinta yang hakiki, cinta yang sejati yaitu cinta kepada Allah dan RasulNya. Sudahkah kau buktikan cintamu kepadaNya, kalaulah belum maka buktikan cintamu hingga kau kan rasakan begitu indah dan nikmat cinta dariNya hingga kau kan merasa menjadi manusia paling romantis diantara para romantis picisan. Ekspresikan cintamu hanya pada Allah dan RasulNya, ekspresikanlah cintamu hanya pada insan yang memang benar-benar berhak serta halal untuk menerima limpahan romantisme cintamu.

Bangkitlah wahai para pemuda generasi bangsa, jadilah engkau seorang yang perkasa karena membela agama Allah serta negeri ini. Buktikan bahwa engkau adalah seorang yang begitu romantis kala mengekspresikan cinta kepadaNya serta kepada seorang insan yang benar-benar berhak dan halal bagimu.

Bangkitlah wahai pemuda-pemudi Indonesia, bahwasanya harapan itu masih ada tak pernah tertutup maka bukalah matamu, cerahkan pikiranmu, ayunkanlah gerak langkahmu menuju masyarakat madani yang berjaya.

Hingga kau mampu mengatakan pada dunia, bahwasanya generasi baru kini telah tiba, cinta tulus pada Illahi tak takut dicaci dan tak gentar mati. Yang kan sebarkan rahmat pada semua manusia, yang siap tinggalkan dunia gelap pacaran, siap jauhi dunia kelam tawuran, siap jauhi dunia suram narkoba.

Melangkah kaki dengan pasti, menerobos segala onak duri..generasi baru yang dinanti yang tak takut cacian dan tak gentar dengan kematian. Yang tak kan surut walaupun selangkah, tak kan henti walaupun sejenak karena seorang pemuda-pemudi Islam senantiasa punya cita hidup mulia dan mati syahid masuk surga. Yang senantiasa menggelorakan semangat bagaikan gelombang yang terus menerjang semua bentuk kedzoliman dengan tulus ikhlas untuk keadilan hingga pertiwi kan gapai sejahtera.

Majulah bersama, majulah dalam jama’ah, janganlah bergerak sendiri karena Islam senang dengan kehidupan berjama’ah hingga kan lahirkan masyarakat yang madani.

Source gambar:

iluvislam.com