Cinta…kata yang tak pernah kita ucapkan, sungguh kata yang begitu manis semanis madu namun manakala cinta itu alfiyandi.wordpress.comsalah tempat maka manisnya bukanlah manis madu melainkan manis sirup yang penuh dengan bibit penyakit bila berlebih-lebihan ya…seperti yang pernah saya bahas dulu dengan bahasan Cinta Madu vs Cinta Gulali. Sungguh satu kata ini memang sangat enak didengar, indah dipandang dan sedap dirasa. Manusia mana yang tak mau dengan yang namanya cinta, walaupun berusaha menyembunyikannya. Sungguh tak ada satupun makhluk di dunia ini yang lepas dari yang namanya cinta, sungguh Allah Maha Indah yang telah menciptakan makhluk bernama cinta ini.

Namun demikian, sungguh suatu keprihatinan manakalah cinta itu sendiri ditempatkan pada tempat yang tidak semestinya. Generasi muda sekarang lebih mudah mengatakan cinta pada lawan jenisnya, namun begitu sulitnya mengungkapkan cinta kepada orang yang layak menerima itu. Sungguh suatu keputusan salah manakala fitrah illahi malah diekspresikan kepada seseorang yang bukan haknya. Sungguh malu diri manakala kita berucap cinta kepada seseorang yang belumlah tentu yang terbaik buat kita.

Seharusnya cinta yang suci ini kita tempatkan pada tempat yang semestinya, tempat yang harum semerbak wewangian bunga surgawi, yang penuh dengan kilauan warna yang indah menawan hati, serta terasa manis, yang jernih sejernih air yang keluar dari mata air pegunungan yang segar lagi menyejukkan. Dimanakah kita tempatkan agar cinta bermekaran serta mewangi harum??? sudah semestinya kita tempatkan di ladang penuh bunga, yang kan membuat hati kita tentram karenanya, yaitu tempatkanlah cinta itu pada tempat yang semestinya. Tempatkan ianya hanya pada tempat yang indah nan agung yaitu, Allah dan rasulNya. Sungguh sudah menjadi keharusan bagi kita semua yang mengaku muslim untuk menempatkan cinta hanya padaNya, serta menjadi cinta primer serta tersier. Setelah itu barulah kita tempatkan cinta kita pada tempat yang sekunder yaitu pada orang-orang yang layak kita cintai, mereka itu kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, bahkan dalam hal ini rasulpun mewasiatkan kepada kita bahwasanya tidaklah sempurna iman seorang mukmin manakala dia tidak mencintai saudaranya sendiri seperti mencintai dirinya sendiri.

Sahabat sudahkah kita menempatkan cinta kita pada tempatnya? sebuah renungan untuk kita semua, karena sejauh ini banyak sekali kita lihat di jalan-jalan, di mall-mall, di toko-toko buku, atau dimanapun itu yang begitu indah berjalan berdua seakan tak peduli orang di sekitarnya, mungkin yang ada dalam fikirannya adalah dunia itu miliknya berdua…lha yang lain ngontrak semua. Kalaulah sudah terikat dengan ikatan yang suci lagi halal….itu sih emang kudu gitu, tapi yang jadi masalah adalah mereka itu kebanyakan malah belum terikat oleh sebuah ikatan yang suci lagi sah. Kadang kita sendiri yang melihatnya menjadi risih tapi kok mereka gak risih ya…

Sahabat sekalian, mulai sekarang marilah kita mewaspadai dengan yang namanya cinta, bukan untuk dibunuh tapi untuk dikendalikan…berikan cinta yang mewangi harum itu pada orang-orang yang memang pantas dan layak kita berikan. Bukan pada orang yang jelas kan menjerumuskan kita kedalam jurang yang dalam lagi nista. Marilah kita gantungkan cinta primer nan tersier ini pada tempatnya, barulah kita tempatkan cinta sekunder pada makhluk Allah yang memang benar-benar layak kita berikan.