Sahabat…bagaimana kabar imanmu saat ini, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan setiap apa yang Dia perintahkan dan menjauhi setiap apa yang Dia larang. Sahabat, pernahkah kita berfikir sejenak tentang kehidupan ini, tentang apa yang Dia berikan kepada kita, tentang apa yang kita lupakan dari Dia, tentang penyelewengan hati serta pikiran kita terhadap nikmat-nikmatNya.

Sungguh terlalu banyak kita melenakan segala pemberianNya, kita terlalu asyik menikmati segala fasilitas yang diberikanNya hingga kita lupa untuk berucap syukur atas segala apa yang kita terima itu. Sungguh naif diri ini ternyata selama ini kita telah banyak melakukan penyelewengan yang tak terperi banyaknya, sungguh malulah jiwa ini ternyata kosong hampa padahal dikira terasa telah penuh dengan semua kenikmatan yang tak pernah disyukuri. Kala terasa jiwa hampa dan kosong kita malah lari pada makhluk, kita malah lari ketempat keramaian yang penuh dengan hura-hura tanpa makna, kita seringnya lari ketempat indah didunia ini sekali tanpa mengambil hikmah dan tanpa melihat bahwa harusnya banyak kesyukuran yang dilantunkan.

Sungguh terasa malukah jiwa ini yang kian lama kian menggelap, karena tanpa tersadari semakin menjauhi diri dari cahaya yang hakiki. Sungguh banyaknya ilmu yang ada didalam otak ini sering tak menambah kesyukuran malah semakin menenggelamkan diri atas keegoan yang dimiliki, semakin membuat angkuh bak firaun di zaman modern yang merasa bahwa segalanya adalah hasil dari apa yang diusahakan tanpa ada campur tangan dari yang Maha Mencipta segala.

Sahabat, tidakkah kita sadari itu semua???

Sudahkah kita bisa merasakan kekosongan jiwa, ataukah berpura-pura tak merasakan karena dengan sengajar melemparkan diri kedalam kehidupan yang penuh dengan khayalan semata. Kadang kita hanya sanggup melemparkan diri kedalam gubangan kolam hedonisme yang telah menggurita, kita terlalu banyak tertawa hingga sang raja diri semakin berkeras hingga menjadikannya gelap tak mampu melihat hikmah yang terkandung dalam setiap yang dilihatnya, tak lagi mampu merasakan manisnya iman…masya Allah,,,kita seringnya tertawa ketimbang menangis, kita seringnya melihat kekurangan dan kesalahan orang lain ketimbang dosa-dosa diri yang kian hari kian menumpuk.

Mata hati kita semakin hari semakin rabun dan semakin mengarah kepada kebutaan total, karena kita dengan sengaja tak mau lihat apa yang seharusnya kita lihat, telinga kita mengarah kepada tuli karena setiap hari minimal 5 kali kita menyumbatnya agar pura-pura tak dengar panggilan cintaNya, kaki kita yang masih lengkap-pun sengaja kita pasung hingga menjadi cacat agar ada alibi tak berjalan menuju rumahNya tuk bersua denganNya secara berjamaah.

Sungguh hati ingin menjerit dan menangis melihat fenomena yang begitu menyedihkan ini, sungguh ummat dalam keadaan sakit. Ummat sedang membutuhkan dokter-dokter yang mampu mengobati penyakit ummat yang kian hari kian kronis. Sahabat sudahkah kita rasakan apa yang kita rasakan dalam diri kita??? Sungguh…bisakah kita membendung aliran air yang deras dari mata kita kala kita deteksi penyakit tadi satu-persatu ternyata ada dalam diri kita, tak malukah kita terhadap Sang pemilik Jiwa, karena kita seringnya meminta tanpa mau melaksanakan apa yang Dia perintah….Sungguh malu diri ini ternyata selama ini diri banyak meminta namun tanpa sadar banyak hal melupakan Dirinya.

Saudaraku, ayolah mulai sekarang kita perbaiki diri kita, mulailah dari hal yang kecil, mulailah dari sekarang dan istiqomahkanlah itu walaupun sedikit itu menjadi lebih baik ketimbang besar namun hanya sekali. Karena yang terpenting adalah amalan yang berlangsung terus-menerus…ayo sahabat kita lakukan amal kebaikan walau hanya sebesar biji dzarah…namun kita istiqomahkan diri, walaupun itu hanya menghilangkan duri kecil di jalan. Insya Allah,,,niscaya Allah kan terus menuntun diri, hati, pikiran dan prilaku kita menuju yang lebih baik…insya Allah.