Perbedaan, sahabat apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata perbedaan tadi? apakah itu sebagai bahan untuk dicela, bahan untuk disesali, bahan untuk dicemooh, bahan perpecahan, ataukah untuk disyukur? Sungguh hikmah apa yang terdapat dalam perbedaan itu sendiri, namun terkadang kita tak pernah dan bahkan seakan menutup mata akan indahnya sebuah perbedaan. Kadangnya kita bersuudzon dengan perbedaan, kita kadang memandang rendah orang yang berbeda, atau iri dengan perbedaan yang dimiliki oleh orang lain.

Sesungguhnya ketika kita melihat perbedaan itu sebagai sebuah keindahan, maka hidup ini akan terasa indah walaupun kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak indah. Coba kita renungkan dengan segala perbedaan itu, bagaimana tidak indahnya Allah menciptakan perbedaan itu. Kalaulah Allah berkehendak menciptakan dunia ini semua seragam maka mungkin hidup ini akan terasa monoton dan membosankan, bayangkan ketika di dunia ini semua orang sama bagaimana kita dapat membedakannya dan mungkin kata “beda” sendiri tak akan dalam kamus perpustakaan otak kita.

Coba kita lihat sedikit perbedaan yang ada disekitar lingkungan kita, bisakah kita melihat perbedaan itu? Sudahkah kita melihat dalam diri kita sendiri? Adakah perbedaan dalam diri kita? Subhanallah…dalam diri kita pun sungguh banyak perbedaan, bagaimana tidak..coba kita lihat, perhatikan, renungkan setiap inci dari lekuk tubuh kita tentunya akan menemukan perbedaan-perbedaan yang mencolok yang kadang kita tidak menyadarinya atau bahkan tak mau menyadarinya?

Kita lihat hidung begitu indah dengan menghadap kebawah…bayangkan bagaimana jika lubang hidung itu menghadap ke atas…sungguh tak terbayang jadinya, itu berbeda dengan telinga, walau sama-sama berlubang tapi kok terpisah tempat dan menghadap ke pinggir…sungguh disitulah letak perbedaan…bentuk boleh sama berlubang namun dari letak, bentuk jua fungsi sangat berbeda…sungguh dalam tubuh kita pun berbeda satu sama lain, namun apakah hal itu membuat tubuh kita saling serang, saling mencemooh, atau saling iri, apakah tangan kiri kita protes ketika kita gunakan untuk bagian “pembersihan” sedangkan tangan kanan kita gunakan untuk yang bersih-bersih semisal makan? Rasanya tak pernah tangan kiri protes dengan melakukan mogok kerja tidak mau membersihkan sisa-sisa makan yang dikerjakan oleh tangan kanan kita.

Coba kita lihat ketika pelangi itu yang indah terlukis dilangit, bagaimana kita tak memperhatikannya dengan seksama, ataukah kita hanya memandangnya dengan hanya berdecak kagum tanpa meresapi apa sih yang bisa kita ambil dari pelangi itu? Sedikit hikmah yang bisa kita ambil adalah pelangi itu bisa menjadi indah karena adanya perbedaan, bagaimana tidak pelangi begitu jelas menampakkan perbedaan yang dimilikinya, namun justru dengan perbedaan itu pelangi menjadi sangat indah kita lihat.

Coba kita perhatikan rumah yang sedang kita tempati ini, tidakkah indah rumah ini, tidakkah begitu kokoh rumah kita sehingga kita bisa berteduh dari hujan dan panas, kita bisa beristirahat dengan tenang, bercengkrama dengan keluarga. Tidakkah kita perhatikan bahwasanya rumah itu juga terbangun dari perbedaan, bagaimana ketika batu dan pasir bersatu direkatkan oleh semen, ada juga kayu yang menopang bangun, demikian juga atap dan tak lupa cat yang menjadikan rumah itu berwarna.

Allah pun dengan begitu indah menciptakan setiap makhlukNya dengan berbeda-beda, dan dengan perbedaan itu hidup manusia menjadi indah namun terkadang disalah tempatkan dalam memuji keindahan perbedaan itu. Ya manusia diciptakan berbeda ada laki-laki ada juga perempuan ini kan sesuatu yang berbeda…dan jelas sangat berbeda, namun kadang anak manusia menyikapinya dan mengekspresikan keindahan perbedaan itu dinyatakan dengan mengungkapkan cinta “nafsu” dan berhubungan dengan kata “pacaran”, sungguh itulah penyikapan atas perbedaan yang salah kaprah.

Sungguh Allah sudah menerangkan dalam ayat cintaNya kepada kita semua “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. 49:13). Sudah jelaskan? ya kita itu ada untuk saling mengenal, namun bukan dengan cara yang tak sesuai, nah kalaulah mau bungkuslah perbedaan itu dengan bingkai yang begitu indah yang bernama pernikahan. Disitulah letak kita bisa menggali perbedaan yang begitu besar, saat dua insan bersatu dalam bingkai pernikahan maka perbedaan itu harusnya menjadi perekat yang kuat layaknya bangunan yang kokoh karena adanya perbedaan. Wallahu’alam