Bismillah…sahabat tahukah dalam diri kita sebenarnya terdapat berton-ton dinamit potensi yang siap diledakkan??? Sungguh Allah sudah menciptakan sebuah mekanisme yang sangat antik yang bernama potensi, namun terkadang kita tak pernah menyadari hal itu dan terkadang pula kita senantiasa menutup mata akan hal potensi yang kita miliki itu.

Kenapa hal itu terjadi? Hal ini terjadi karena kita terlalu sibuk dengan pikiran bahwa kita harus menjadi seperti apa yang dipikirkan oleh orang lain, bukan seperti apa yang kita pikirkan sendiri. Sebenarnya dinamit potensi itu sudah siap diledakkan kala manusia itu terlahir, karena memang sesungguhnya segala sesuatunya telah Allah guratkan dengan pena yang maha dahsyat, tinggal kita mencari bagaimana memicunya agar potensi yang kita miliki itu bisa meledak dengan luar biasa dahsyatnya hingga kitapun akan merasa tak percaya bahwa sesungguh ledakan potensi itu begitu dahsyat menimpa kita.

Bayangkan sahabat…bagaimana tatkala bom atom dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima Jepang hingga mampu mematikan ratusan ribu nyawa dan membuat yang selamat pun hidupnya tersiksa oleh efek radiasi nuklir hingga kini. Demikian juga tatkala bom mengguncang sebagian besar negeri ini bagaimana banyak nyawa melayang karenanya.

Coba kita bayangkan sejenak, menatap kertas putih kosong dan mulai memikirkan sebenarnya apa potensi  yang kita miliki, coba kita ambil sebuah pena untuk mulai menarikan pena tersebut dilantai putih bersih yang bernama kertas untuk menceritakan kepada kita begitu banyak dan sering terlupakannya seluruh potensi yang kita miliki ini.

Bayangkan dengan seluruh hati nurani mu sahabat…bagaimana tidak dahsyatnya bom nuklir potensi yang dimiliki oleh kita ini, bagaimana tidak ketika kita mampu memicunya sedikit saja maka akan meledaklah dia dengan begitu dahsyatnya hingga kita kan merasakan kesyukuran yang selama ini kita pendam. Sungguh bangkitlah sahabat dari segala keterpurukan yang ada, janganlah terus terpuruk dengan masa lalu, jadikan masa lalu itu sebagai pemicu untuk meledakkan bom atom potensi yang kita miliki.

Janganlah terus terpuruk oleh dosa-dosa masa lalu yang membuat kita terbelenggu tak bergerak, namun jadikan hal itu sebagai pemicu agar kita mampu melangkah kedepan menghindari duri-duri dosa yang telah nampak. Janganlah terus terpekur hanya karena baru diputuskan cinta oleh makhluk yang banyak kelemahan, tapi jadikan itu sebagai bahan motivasi bahwasanya kita harus bersyukur terlepas dari belenggu rantai dosa yang tiap hari membayang kala pacaran, jadikan itu pemantik untuk memperdalam ilmu agar tahu mana batasan hubungan seorang laki-laki dan wanita. Jadikan itu sebagai bahan introspeksi diri.

Sungguh sahabat tak cukup kata untuk menggambarkan betapa dahsyatnya potensi yang kita miliki, terkadang kita hanya mengejar untuk menjadi ekor gajah, tapi tak meninggalkan posisi raja ikan teri. Kecil emang tapi disitulah letak perbedaan kan nampak, bagaimana kita bisa menggali potensi kita terdahsyat kalau dalam frame pikiran kita sekarang hanya tergambar menjadi ekor gajah, tapi tidak mau berfikir menjadi raja walau raja ikan teri yang kecil.

Sahabat ayolah kita sedikit merenungkan kembali, merefresh kembali cpu usang kita, bagaimana dahsyatnya potensi kita itu, teliti dengan baik, maka kelak akan kau dapatkan dengan tanpa diduga…janganlah pikirkan apa kata orang tapi pikirkanlah mau jadi apa kita menurut pikiran kita itu.

Mungkin kita sudah sering mengikuti berbagai pelatihan untuk memotivasi diri, namun selepas itu baru melangkah beberapa langkah keluar dari arena seminar, sudah hilanglah semangat yang tadi membludak ketika di dalam bagai debu ditiup angin tak berbekas, yang tinggal hanyalah name tag dan sertifikat saja. Kenapa demikian karena hal ini lebih kepada niat kita dari awal tak mau menggali dengan sungguh-sungguh potensi yang termiliki.

Sekali lagi sahabat…teriakkan takbir gemakan asma Allah…gali potensi terdalammu…dan rasakan betapa dahsyatnya ledakan itu…Allahu Akbar!!!