Sahabat ada sebuah artikel yang tanpa sengaja saya baca di wall facebook seorang sahabat saya, sebuah artikel yang cukup menarik setidaknya menurut saya, karena sungguh dalam artikel tersebut sarat hikmah bagi diri saya sendiri juga mungkin untuk sahabat semua. Artikel itu kira-kira berjudul..”Nikah Yu…(afwan jiddan ikhwan di larang comment)” memang agak provokatif kalau kita lihat dari judulnya semata, namun isi yang terkandung di dalamnya sungguh menegur diri pribadi khususnya…yu kita simak sebagian dari artikel tersebut…

Ada sebuah percakapan antara sang adik dengan sang kakak:

Kakak: “dik kapan nikah?”

Adik: “nantilah kak…aku kan masih kuliah belum lulus.”

sang kakak hanya membalasnya dengan senyum.

Suatu hari sang kakak bertanya lagi: “dik kapan nikah, kamu kan sekarang sudah lulus?”

“nanti lah kak…aku kan belum kerja, nanti istriku mau diberi makan apa?” jawab sang adik begitu diplomatisnya, lagi-lagi sang kakak hanya membalasnya dengan senyuman.

“dik kapan nikah, sekarang kamu kan sudah kerja”, lantas di jawab oleh sang adik, ” nanti kak aku belum merasa mapan” lagi-lagi sang kakak hanya membalasnya dengan senyuman.

“dik kapan kau nikah? sepertinya kau sudah cukup mapan, karena sudah bisa bawa mobil sendiri tuh” tanya sang kakak pada suatu hari, lantas dijawabnya oleh sang adik..”nantilah kak, aku belum punya rumah nanti istriku kelak kan disimpan dimana? masa masih ikut kakak?”…lantas sang kakak dengan sabarnya hanya membalas dengan senyuman..

Suatu ketika..sang adik berkata pada kakaknya..”kak..aku mau menikah..tolong cariin akhwat yang mau pada saya…” sang kakak hanya bisa mengelus dada dan menepak jidatnya yang tertutup jilbab rapih…sambil berkata dalam hatinya..”subhanallah dik…sekarang kau baru minta, tapi masalahnya sekarang usiamu 45 tahun…apakah masih ada yang mau?” demikian sedikit ceritanya…

Nah hikmah yang terkandung di dalamnya, sahabat kadang kita senantiasa menunda-nunda nikah, untungnya dalam kisah tadi yang nunda diberi amanah usia yang panjang hingga 45 tahun, lha kita…kita tidak tahu kapan maut kan menjelang apakah satu detik kedepan, satu menit kedepan, mungkin besok, mungkin juga pekan depan…ah siapa yang tahu…coba kalau hal itu tiba-tiba datang sedang kita belum menikah…masya Allah kita tentunya tak bisa menikmati manisnya cinta yang dirangkai oleh ikatan suci pernikahan.

Sahabat, harusnya kita bisa berfikir saya mampu menikah sambil kuliah, banyak akhwat yang siap berjuang bersama, saling memotivasi, saling menasehati dan tentunya saling membantu…Sahabat masih banyak akhwat yang siap memulai segala sesuatunya dari nol, jangan lah menunggu mapan barulah engkau menikah…ingatlah sabdaNya dalam al qur’an..nikahlah kalian, apabila kalian takut karena tak punya rezeki niscaya Allah kan memberikan keluasan untukmu.

Sahabat..jangan sampai maut menjemput kala engkau belum menikah, jangan sampai engkau menjadi mayat yang seburuk-buruknya mayat karena tidak menikah…sebenarnya ini adalah sebuah teguran pada diri sendiri, untuk lebih menguatkan kembali azzam dan ikhtiar…sahabat sekarang berfikirlah untuk masa depan, sungguh banyak keberkahan yang bisa kita peroleh dengan menikah. Maka jika engkau merasa mampu maka segerakanlah, namun jangan pula terburu-buru…Wallahu’alam

kisahnya saya ambil dari notenya sahabat cuma sedikit saya edit ulang, namun tak mengurangi esensi dari isinya…semoga bermanfaat…insya Allah