Sahabat…pernahkah kita merasa lelah…teramat lelah, capek…teramat capek? pastinya setiap kita pasti pernah merasakannya, apakah itu karena lelah fisik ataupun lelah jiwa. Lelah mengejar sesuatu yang tak pasti, seketika kita kejar sepertinya kan mudah untuk kita dapatkan. Namun ternyata diluar dugaan ternyata apa yang sepertinya mudah kita dapatkan karena sudah nampak didepan mata, ternyata tak cukup mudah didapatkan. Sungguh karena ternyata apa yang ada didepan kita semua telah memilih jalannya sendiri.

Haruskah kita lelah kala kita mengejar keridhoanNya? pantaskah kita merasa capek kala kita berjalan di relNya? Sungguh naif diri kala kita merasa lelah untuk mengejar keridhoanNya, karena ingatlah sahabat bahwasanya kala kita berjalan menujuNya maka Dia akan berlari menuju kita. Tak cukupkah motivasi dari yang Maha Mempunyai Segalanya?

Harus bagaimana lagi meyakinkan diri, agar jangan lelah dan patah di tengah jalan. Sungguh itu semua ada dalam diri kita semua, kita semua punya potensi untuk hal itu tinggal bagaimana kita meramunya. Sebenarnya kita punya tempat bersandar dan menggantungkan semua asa dan harap, maka janganlah kita menggantung semua asa dan harap kepada selainNya. Sungguh itulah yang kan membuat kita cepat lelah dan capek, karena kala kita mengejar bayangan yang tak pasti maka kita kan merasa lelah, namun kala menggantungkan semua asa dan harap hanya padaNya maka rasa lelah dan capek itu kan terbayar lunas. Dengan manisnya keikhlasan, walaupun kita tak mendapatkan apa yang kita kejar, namun kala kita terus menggantungkan asa dan harap itu hanya padaNYa, maka dengan sendirinya kita kan terobati dengan vitamin ikhlas.

Sungguh ketika jiwa yang lemah terus diberi asupan vitamin ikhlas, walau hanya sebatas menjadi rel yang terus digilas oleh sang kereta namun kan terus menikmati bukan merasakan sakit, karena sungguh dengan begitu sang kereta pun kan dapat melaju dengan nyaman hingga sampai pada tujuannya. Bagaimana dengan bantalan rel, kalau cepat merasa lelah dan capek maka akan cepat mengalami patah, dan itu sangatlah berbahaya bagi sang kereta serta para penumpangnya.

Jadi,,,ikhlaskan hati walaupun harus berada dibawah dan terus dilindas, biarkan badan terlindas namun orang-orang kan merasakan nyamannya rel kereta, biarlah orang melupakan yang penting perjalanannya bisa sampai pada tujuannya dengan selamat…jadi ikhlaslah menjadi bantalan kereta, jangan mudah patah sahabatku karena kala engkau patah maka akibatnya akan fatal dan kaupun kan terbuang dan menjadi pesakitan yang luar biasa.