Bismillah…entahlah, hadirnya memang tak disadari. Sebuah permata yang dicari selama ini baru ditemui, namun diri menyadari semua hal belum pasti. Satu detik kedepan adalah suatu hal yang masih ghaib, kita tak tahu apa yang kan terjadi, apa yang akan menimpa kita, masihkah bisa bernafas ataukah jatah kita di dunia ini telah habis. Sungguh semuanya tak bisa ketahui, semuanya belum pasti karena semuanya adalah rencana Illahi.

Sebuah permata yang lama di cari kini di depan mata, namun apakah bisa termiliki atau tidak sungguh diri tak tahu. Sungguh menemukannya dan melihatnya sebuah anugerah tersendiri, namun diri sadar bahwasanya mungkin diri tak layak memiliki permata yang berkilau itu. Tangan kotor berdebu ini mungkin tak layak untuk memegang dan memiliki keindahan permata itu. Namun diri hanya bisa berdo’a, hanya berharap pada yang Maha punyai rencana.

Ya Allah..sekiranya dia adalah benar untuk ku maka dekatkanlah hati kami, mudahkanlah segala proses menuju keridhoanMu, namun jika benar dia bukan milikku maka damaikanlah hati ini dengan segala ketentuanMu. Sungguh semua itu telah Engkau tulis dengan indah di Lauhul Mahfudznya, Ya Allah Engkaulah tempat ku bergantung segala harapanku, semoga diri ini senantiasa berada di bawah rahmatMu, jagalah jiwa-jiwa dan hati-hati kami yang lemah dan kadang lengah ini karena Engkaulah yang Maha Membolak-balikkan hati. Sungguh diri hanya mampu berdo’a dan ikhtiar namun sungguh Engkaulah yang memiliki Kuasa atas segalanya.