Sekarang ini banyak sekali acara pencari bakat, mulai dari A sampe ke Z ada semua, tentunya satu konsepnya yaitu mencari bakat-bakat dari anak-anak muda yang teramat pengen eksis di dunia ini. Semua orang berjejal dari yang muda sampai kepada yang tua berjubel-jubel antre yang antreannya itu sampai mengekor ratusan meter dengan hanya satu tujuan yaitu pengen jadi artis terkenal, bisa disorot kamera dan tentunya bisa muncul di kotak yang bernama televisi.

Mereka rela berjam-jam mengantri dengan beragam dandanan yang aneh-aneh, dengan acuan yaitu fashion masa kini yang mereka lihat dari gayanya artis-artis barat sana. Mereka dengan ikhlas dan rela meninggalkan waktu makannya demi mendapatkan mengikuti audisi, bahkan tak jarang yang dengan sukarela meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu memenuhi panggilan sayang dan cinta dari Sang Pemilik Cinta.

Padahal tanpa disadari, bahwasanya setiap hari kita semua adalah artis yang sangat terkenal, bahkan setiap detik kita di shoot oleh sang kameramen yang super ulet dan teliti dengan menggunakan kamera yang super duper canggih dengan sutradara yang Maha Dahsyat. Film kita tinggal menunggu waktu untuk diputer, manakala kita sendiri dan kala kita sendiri dan merasa tak ada yang mengawasi sebenarnya kamera itu terus merekam setiap adegan yang kita buat.

Nah saat waktu itu tiba, maka film kita pun akan ditonton seluruh ummat manusia mulai dari jaman Adam sampai nanti zaman akhir. Jadi sebenarnya kita adalah seorang aktris, yang kelak akan mendapatkan penghargaan berupa surgaNya ataukah nerakaNya. Tinggal bagaimana kita menjalankan setiap instruksi dari sutradara dengan baik, ingat seorang aktris yang sangat berpengalaman saja bisa kena damprat sutradara manakala dia tidak profesional dan tidak menjalankan skenario sesuai dengan arahan sutradara, bisa aja kena marah, sampai dipecat. Itu di dunia dan sesama manusia, bagaimana kalau berhadapan dengan Sang Sutradara sesungguhnya? ya itu tadi bisa dikasih cobaan, bisa dikasih azab and finally di kasih surgaNya or nerakaNya.

Jadi sahabat semua, sebenarnya kita adalah seorang artis di dunia yang fana ini, dunia yang penuh tipu daya, karena memang dunia ini penuh dengan fatamorgana yang menyilaukan…Jadi kita seharusnya mengikuti seluruh instruksi sutradara karena kita sudah punya skenario yang berupa al qur’an dan hadist. Sekali lagi ingatlah sahabat bahwasanya kita adalah seorang artis yang senantiasa dipantau dengan kamera yang super duper canggihnya. Semoga kita semua bisa menjadi artis yang profesional dan bisa melaksanakan setiap instruksi dan arahan sutradara yang telah tertulis dalam skenarionya hingga kita dapatkan penghargaan berupa surgaNya kelak. Insya Allah.