Ya Allah sungguh indah ketika bisa melewatkan malam bersamaMu, mencurahkan segala asa dan harap. Menangis karena takutnya akan banyak dosa yang diperbuat, mengharap ridhoMu senantiasa tuk segala aktivitas yang lalu. Sungguh kenikmatan tiada tara kala bersungkur sujud ditengah malam kala orang-orang terlelap dalam tidurnya, terbuai dengan mimpi-mimpi indahnya.

Dihaturkan segala do’a hanya pada Pemilik diri, sungguh kenikmatan yang tiada tara. Sahabat tahukah kenapa Sang kekasih Allah sanggup berlama-lama berdiri ditengah malam hingga bengkak-bengkak kakinya, padahal kita ketahui bahwasanya beliau telah dijamin olehNya. Sungguh karena itu semua karena kenikmatan yang tak mungkin terukur oleh materi di dunia ini, karena sungguh beratlah hal itu bagi yang belum terbiasa namun justru disitulah letak keindahan dan kenikmatannya.

Sungguh memang itu adalah pekerjaan yang teramat berat, kala kita nyenyak dalam tidur, dibuai oleh indahnya mimpi kala bertemu dengan bidadari…sungguh berat mata untuk membukanya. Sungguh udara yang dingin kan menambah rasa berat kita untuk melangkah mengambil air wudhu, karena sesungguhnya syaithon sendiri tak kan rela bila mana seseorang bangun tuk bermunajat pada Allah.

Sahabat marilah kita mulai dari sekarang untuk meraih kenikmatan-kenikmatan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, melaksanakan shallat serta bermunajat di keheningan malam di kala saudara-saudara kita lelap dalam tidurnya. Bermunajat yang diselimuti oleh hangatnya keikhlasan, hingga mengalahkan hangatnya selimut tidur kita. Sungguh banyak manfaat yang tak pernah kita tahu disebaliknya, sahabat ibarat kita menelepon pada waktu yang luang maka hal itu akan lebih cepat sampai, begitulah pula kiranya kala kita bermunajat pada sepertiga malam…”Maka memintalah engkau padaKu, sungguh Aku kan mengabulkan permintaanmu…” tidakkah kita tergoda???