“Tidak ada yang lebih aku sesali daripada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tapi amalku tidak bertambah.” (Ibnu Mas’ud)

Hari berubah menjadi pekan, pekan menjadi bulan, bulan menjadi tahun. Ya usia terus bertambah dalam hitungan matematis, namun hakikatnya adalah sisa jatah usia kita berkurang. Banyak diantara kita bahkan dengan suka cita merayakannya dengan handai taulan, sahabat-sahabat tercinta baik itu di rumah, di tempat biasa berkumpul. Apakah itu salah??? ah tidak sepenuhnya salah, why? ya…tidak salahnya sahabat merayakan hal itu sebagai ungkapan rasa kesyukuran.

Namun, apakah hal itu membuat kita lebih bersyukur atas semua nikmat yang kita peroleh? ataukah malah lebih melalaikan kita??? aduh…kok jadi ribet gini sih ya…he. Ya…momen milad (ulang tahun-pen) memang berjuta makna bagi si empunya hajat. Ada yang menjadikan hal itu sebagai sebuah moment untuk bermuhasabah diri, mengevaluasi selama setahun yang lalu sudah berapa karya yang telah dihasilkan…atau ah jangan terlalu besar, apakah setahun yang lalu amalan-amalan kita bertambah ataukah malah dalam keadaan minus??? waduh…kok bisa jadi minus ya…ya bisalah…apa sih yang tidak bisa tho, ikan aja bisa hidup di air kok…he ya iyalah secara gitu lho…eh emang bisa lho…keadaan iman kita menjadi minus…karena apa yang telah kita lakukan selama setahun yang lalu…

Jadi sahabatku semua sudahkah kita mengevaluasi setiap apa-apa yang telah berlalu selama setahun yang lalu? ataukah moment itu dihabiskan dengan acara hura-hura tanpa arah yang jelas? aduh sayang sekali ya kalau hanya sekedar itu, karena seperti itu seperti tidak ingat bahwasanya usianya itu sudah dikurangi tuh…Memang dalam menghadapi hidup ini kita bisa anggap seperti akan hidup selamanya dan ketika kita beribadah (shallat) seperti kan meninggal waktu itu agar shallat khusyu, namun bukan berarti kita boleh berhibur tanpa ada keinginan untuk memuhasabah diri. Padahal inilah saat-saat yang tepat, namun sebenarnya setiap hari jua harusnya kita senantiasa mengevaluasi amalan-amalan kita tapi ingat bukan untuk mengingat-ingat tapi untuk mengingatkan sejauhmana amal positif dengan amal negatifnya.

Jadi intinya adalah, kepada para sahabat yang sedang milad (ulang tahun-pen) saya ucapkan selamat milad semoga sisa usia yang akan diembannya akan semakin berkah. Semoga kita semua menjadikan moment itu untuk bermuhasabah diri, menangisi setiap amal yang terlewat, menangisi setiap dosa yang terus bergelimang dalam diri, tuk mempersiapkan diri mengemban amanah yang kan diberi esok hari, tuk mengemban amanah kehidupan satu tahun kedepan.

Maka ingatlah sahabat..”Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia termasuk kedalam golongan merugi, dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia termasuk yang celaka, dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia kan termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung.” Semoga kita semua menjadi golongan orang-orang yang beruntung, semoga Allah senantiasa memberikan keistiqomahan dan keikhlasan dalam mengemban setiap amanah yang Allah embankan kepada kita semua selaku khalifah fil ardh, ayo sahabat kita persiapkan diri sebaik mungkin menghadapi satu tahun kedepan agar kita senantiasa bisa meningkatkan kualitas amalan-amalan kita.