Sahabat, pernahkah kita bingung? ataukah kita sekarang sedang dilanda kebingungan yang teramat bingung, kenapa ya kok bisa kita menjadi bingung…bahkan bingung yang sebingung-bingungnya. Apa sih yang menyebabkan kita bisa jadi bingung, setiap orang pastinya punya masalah nah dari sekian banyaknya masalah itulah kita menjadi bingung, hal ini juga karena disebabkan oleh overloadnya permasalahan yang dirasakan sebagai sebuah masalah, kok bisa overload ya karena memang sebenarnya setiap manusia hidup itu ciri-cirinya adalah mempunyai masalah, karena tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tidak mempunyai masalah.

Jadi kenapa bisa jadi begitu, mungkin kita terkadang senantiasa menyepelekan suatu masalah yang kecil-kecil, hingga masalah-masalah yang kecil itu menumpuk hingga menggunung dan menjadikan bumerang kepada kita sendiri karena kita menjadi bingung harus darimana kita mulai untuk menyelesaikan masalah…jadi ya kebingungan sendiri.

Namun inti dari itu semua adalah, kita kadang tidak pernah melibat Allah dalam menyelesaikan semua kebingungan itu. Kita malah bergantung pada manusia, yang notabene mempunyai masalah juga. Memang tidak ada salahnya kita minta solusi kepada sahabat, kepada suami/istri, kepada orang tua atau kepada siapapun itu, namun salahnya kita adalah kita jarang sekali untuk mengikutkan Allah. Padahal kita semua tahu bahwasanya Allah itu adalah tempat bermuara setiap solusi, sepertinya memang shallat-shallat kita tidak berbekas…lho kok nyambung ke situ?

Ya…iyalah setiap kita shallat kita senantiasa membaca surat Al-Fatihah…dalam surat cinta Allah itu sudah dengan jelas dan gamblang “…hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (Q.S. 1 : 5-6) nah tuh…sudah jelas kan bahwa kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah pada setiap shallat, namun itu semua lewat begitu saja hilang tak berbekas, menguap bagai air yang menguap. Atau bisa jadi dalam shallat kita, kita tidak berusaha untuk menghayati setiap apa yang kita baca..kadang dalam shallat kita yang ada hanya ingat pada pasar, ketika shallat malah ingat apa yang sebelum berangkat shallat tadi ada yang kelupaan.

Jadi kita harus bagaimana kita harus bersikap…Allah sudah menegaskan melalui ayat cintaNya untuk semua hambaNya, “maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu…” (Q.S 76 : 24) jadi bersabarlah sahabat, sabar dengan penuh keikhlasan, libatkan Allah dalam setiap masalah. Ketika kebingungan melanda, maka bersujudlah pada Alloh mintalah petunjuk padaNya, mintalah bantuan padaNya, kembalikan padaNya karena sesungguhnya setiap masalah itu pasti ada pemecahannya.

Ayo sahabat…mulai sekarang kita kembali pada Allah, kembalikan semua permasalahan kita, kebingungan kita pada Allah, insya Allah dengan istiqomah sedikit demi sedikit semua kebingungan kita akan terselesaikan bahkan tanpa kita sadari…insya Allah.