Apa sih yang pertama kali dirasakan ketika mengalami putus cinta, mungkin rasanya dunia ini seperti akan kiamat, rasanya semua makanan yang paling enakpun mendadak menjadi tidak enak. Inginnya mengurung seharian di kamar sambil denger musik yang dirasa mewakili perasaan hati.

Bahkan, ada yang sampai mecoba bunuh diri…nah ini perbuatan yang amat berdosa…masa hanya karena putus cinta aja, sampai segitunya sampai nekat mengakhiri hidup dengan cara minum racun tikus, atau bergaya kaya superman yang ngejatuhin diri dari lantai 14 padahal kagak punya kemampuan buat terbang yang pada akhirnya berakhir di TPU (Tempat Pemakaman Umum-red). Padahal kematian dengan cara itu bukanlah akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah. Bahkan para ulama menyatakan bahwa meninggal dengan cara bunuh diri itu termasuk kedalam dosa besa…Naudzubillah himindzalik.

Kayanya wanita di dunia ini hanya ada satu, nah ini ciri bahwa dia tidak pernah belajar yang namanya geografi tuh..hehe..menurut apa yang saya pelajari bahwasanya pertumbuhan penduduk wanita lebih banyak ketimbang penduduk laki-laki, bahkan sekarang hampir mencapai 1:5, dan memang salah satu ciri kiamat pun yaitu jumlah kaum hawa lebih banyak ketimbang jumlah kaum adam. Jadi untuk para sahabatku yang laki-laki janganlah takut dan janganlah bimbang kalau baru saja diputuskan si do’i, bahkan harusnya malah bersyukur atau bahkan malah mestinya sujud syukur tuh…

Lho kok bisa baru diputusin malah sujud syukur kaya orang yang baru dapat hadiah, nah justru itu saya katakan bahwasanya diputuskan atau memutuskan malah harusnya bersyukur, kenapa?
Ya karena ketika kita diputuskan atau memutuskan hubungan “pacaran” maka kita setidaknya terlepas dari yang namanya dosa harian, juga dari bermacam bentuk zina. Coba aja bayangin kalau belum diputuskan atau memutuskan…wah setiap harinya kita selalu aja menanggung dosa, bahkan terus aja berzina. Mungkin tidak berbuat zina yang besar, tapi bagaimana dengan zina hati, zina pandangan, zina pikiran, sampai ke zina-zina yang lainnya.

Ya memutuskan hubungan pacaran bagi sebagian orang mungkin akan terasa sakit dan menyakitkan, namun percayalah sahabatku bahwasanya itu adalah jamu. Kita semua tahu bahwasanya jamu itu rata-rata rasanya pahit, namun demikian dari rasa yang pahit itu kita akan merasa segar tubuh kita. Dan bisa diibaratkan pacaran itu adalah kita setiap hari minum sirup, memang manis rasanya tapi apa akibatnya pada pagi hari…bisa-bisa gula darah meningkat, sakit gigi dan banyak penyakit lainnya.

Mending jika ingin menikmati manisnya cinta, lebih baik merasakan manisnya cinta yang halal, yang penuh dengan rahmatNya, penuh dengan Nur KasihNya. Seperti yang telah saya ungkap pada tulisan terdahulu mengenai Cinta Madu vs Cinta Gulali.

Sungguh cinta itulah cinta yang sesungguhnya, cinta yang akan menentramkan hati, cinta yang akan menumbuhkan benih-benih pahala di dalamnya, serta cinta yang akan mengantarkan kedua insan yang saling mencintai itu menggapai keridhoanNya, serta dipertemukan di jannahNya kelak. Mau cinta seperti itu????

Maka menikahlah..jangan berpacaran, kalaupun ingin berpacaran lebih baik menikmati pacaran itu setelah menikah. Wahai sahabat, ingatlah janji Allah dalam ayat-ayat cintaNya bahwasanya Allah menciptakan manusia itu berpasang-pasangan tak lain dan tak bukan untuk saling mengenal. Jadi berbahagialah jikalau sahabat baru saja diputuskan cintanya oleh sang kekasih semu. Janganlah takut kalau-kalau tak laku, sesungguhnya jodoh, maut dan rejeki itu Allah sudah atur semuanya dan sudah tertulis di lauhul mahfudzNya, jika tidak menemukan  jodohnya di dunia ini insya Allah jodoh kita menunggu di jannahNya kelak. Wallahu’alam.