Nak sholehkan dirimu…”

Itulah kata-kata yang mungkin tidak terucapkan oleh bibir kedua orang tua kita yang sudah renta, sebuah kalimat pendek yang hanya menjadi sebuah harapan. Harapan yang teramat besar yang tidak ada padanannya dengan materi sebesar apapun di dunia ini, harapan yang hanya bisa terucap dalam hati penuh keikhlasan. Sebuah kalimat pendek yang terdiri dari tiga suku kata, yang sangat ringan untuk di ucapkan namun apakah akan mampu bisa direalisasikan oleh setiap putra-putrinya?

Ya…sebuah harapan kecil namun akan berdampak besar, mengapa demikian?

Karena itulah sebuah harapan yang selama ini tidak terucapkan oleh bibir-bibir kedua orang tua kita secara langsung, yang hanya bisa ditunjukkan dengan perilaku. Setiap orang tua ingin pada masa tuanya bisa tenang karena akhlaq setiap anak-anaknya, adalah suatu kebahagiaan besar kala mereka meninggal anak-anaknya lah yang menuntunnya kala napas di penghujung tenggorokan untuk senantiasa mengucapkan kalimat thoyibah kala maut menjemput, betapa bahagianya orang tua kita ketika anak-anaknya memandikan jenazah orang tuanya seperti mereka memandikan kita waktu kita kecil. Sungguh kebahagiaan yang tiada tara kala anak-anaknya berada di shaf pertama bahkan menjadi imam kala men-sholatkan jenazah orang tuanya.

Begitu ringan langkah mereka menuju alam kubur kala anak-anaknya yang memikul keranda jenazah serta mendo’akan di sisi kuburannya, sahabat tidakkah kita semua terpikir demikian?

sekarang kita lebih sibuk dengan urusan kita dengan pasangan tak halal kita, yang mungkin akan menjerumuskan kita kepada lubang dosa. Sudahkah kita mensholehkan diri kita hingga kelak bisa menyelamatkan kedua orang tua kita di akhirat nanti, yang tidak merasa ridho apabila kedua orang tua kita masuk neraka. Sahabat, tidakkah kita ingat bahwasanya amalan yang terus mengalir ke alam kubur salah satunya adalah do’a anak yang sholeh-sholehah?

Tidakkah kita punya keinginan untuk bisa berkumpul di jannahNya kelak dengan seluruh keluarga kita semua?

Kita bisa berkumpul dengan pasangan serta anak-anak kita, juga dengan orang tua kita tentunya. Sungguh indah kala itu terjadi, bernaung dalam dekapan hangatnya cinta Allah di jannahNya nanti. Sahabat…marilah mulai dari sekarang kita belajar sedikit demi sedikit untuk berusaha mensholehkan diri kita, agar kita bisa membahagiakan kedua orang tua kita kelak di penghujung hidupnya.

Marilah kita sekarang meminta maaf atas semua kesalahan kita selama ini, kesalahan yang mungkin kita rasa terhadap kedua orang tua kita, mulailah kita mendoakan mereka di setiap selesai shollat kita, dan bahagian mereka dengan akhlak yang terbaik kita. Hingga mereka tersenyum kala terakhir hayatnya.