Sungguh banyak bunga-bunga indah yang berwarna-warni serta harum baunya bertebaran di sekitar kita, sungguh indah dipandang mata namun bukan untuk dipandang dengan penuh nafsu bukan pula untuk dipandang oleh mata-mata yang tak halal. Sungguh harum wanginya, namun bukan untuk dicium oleh indera penciuman yang bukan haknya. Sungguh kita boleh berharap bahwasanya suatu hari kelak kita bisa memperoleh satu dari sekian banyak bunga itu, namun sungguh janganlah taman hati kita dikotori oleh mata yang jelalatan dan pikiran yang penuh racun.

Harusnya kita persiapkan ladang yang indah, tanah yang subur serta tata letak yang pas untuk kelak dapat diisi oleh bunga indah tadi. Hingga bunga itu bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan bunga-bunga indah lainnya, semailah taman hati ini dengan pupuk keimanan serta siramlah selalu dengan ketaqwaan. Suburkan tanah di taman hati kita dengan tanah yang penuh dengan mineral ilmu, serta penuh dengan kandungan mineral akhlaq yang indah.

Rawatlah taman hati kita dengan senantiasa berdzikir padaNya, hingga pada saat yang tepat bunga itu akan tumbuh dengan subur serta mewangi harumnya. Jangan biarkan taman hati kita menjadi gersang oleh perbuatan yang sia-sia, jangan kotori taman hati kita dengan sampah anorganik “pacaran”. Hingga membuat bunga yang akan mengisi taman hati ini malah layu sebelum berkembang karena melihat taman yang akan dihuninya ternyata banyak sampah dan kotor akibat terlalu banyak sampah-sampah anorganik yang berbahaya serta tanahnya mengandung racun yang bisa membunuh keindahan bunga itu.

Marilah kita rajin merawat taman hati ini dengan sering memupuk tanah itu dengan pupuk keimanan serta pupuk ketaqwaan, singkirkan hama-hama dengan obat dzikir dan jauhkan taman hati kita dari sampah-sampah anorganik “pacaran”, bagi yang sudah terlanjur, maka ambillah keputusan atau memutuskan. Niscaya bunga hitam yang telah tumbuh di taman hati kita akan menjadi bersih. Memutuskan rantai makanan virus “pacaran” niscaya akan membuat taman hati bersih dari hama, putuskan untuk mengambil jalan dengan menghalalkan jalinan bunga hitam itu niscaya akan membuat hati tentram. Namun ingat sahabat tetap niatkan hanya untuk ibadah, bukan niat karena nafsu.

Marilah sahabat, mulai dari sekarang kita rawat dengan baik taman hati kita, hingga siap untuk ditinggali oleh bunga-bunga indah dan mewangi harumnya. Hingga bunga itu ketika pindah ke taman hati ini tidak mati layu, tapi malah sebaliknya harus bisa tumbuh subur dan indah merekah dengan keindahan akhlaq. Sungguh keindahan bunga itu sesungguh terpancar dari dalam hati, terpancar dari indahnya akhlaq.