Bismillahirahmanirahim…Sahabat pernahkah kita melihat tayangan sebuah acara di salah satu televisi swasta nasioal, yang bertajuk “minta tolong”…sebelumnya maaf bukan berarti promosi atau iklan…tidak sedikitpun niat untuk itu. Namun dibalik itu bisakah kita mengambil hikmahnya?

Kadang ketika saya melihat acara itu, tak terasa air mata menetes jatuh bak rintik hujan mulai jatuh membasahi bumi. Apalagi ketika melihat seorang nenek yang berjuang menjual harta satu-satunya hanya untuk membeli sekilo beras untuk makan cucunya, atau kisah seorang nenek juga yang menjual kasur satu-satunya yang telah kusam hanya untuk membeli makanan karena sudah tiga hari tidak makan. Ataupun kisah seorang anak kecil yang malang menjual ubi untuk membeli obat untuk orang tuanya..

Terlepas dari apiknya skenario itu, bisa kita ambil hikmahnya. Kita terkadang lebih sibuk mengurusi pasangan “belum halal” ketimbang mengurusi kedua orang tua, kita lebih senang memberi sesuatu kepada seseorang yang “tidak halal” ketimbang kepada adik kita.

Bagaimana perasaan kita ketika melihat sesosok perempuan tua renta yang senantiasa mendo’akan anak-anaknya, bagaimana kita berperilaku terhadap sesosok lelaki tua yang senantiasa bersimpuh peluh berjuang membiayai anak-anaknya sekolah. Namun semua amanah yang telah diberikan kepada kita terkadang kita abaikan.

Kita sering merasa rendah diri ketika teman kita menanyakan orang tua kita yang petani, padahal dari hasil jerih payah merekalah kita bisa menjadi seperti sekarang. Sahabat…pernahkah kita mencurahkan kasih sayang kita kepada mereka? Kita lebih sering mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada orang yang belum halal menerima itu. Bukannya kita menuai pahala atas benih sayang dan cinta, namun yang didapat adalah menuai dosa-dosa setiap hari karena menanam benih cinta dan sayang kepada orang yang tidak halal alias “pacar”.

Alangkah baiknya kita menanam kecintaan  dan kasih sayang itu hanya kepada Allah dan rasulNya, serta kepada keramat hidup yaitu kedua orang tua kita. Ingat rasul pernah berkata bahwasanya, ridho Allah adalah ridho kedua orang tua, murka Allah juga murka orang tua. Dan dikesempatan lain juga dinyatakan bahwa dosa yang kontan dibayarkan di dunia adalah dosa kepada kedua orang tua…

Sebelum kita mencintai seseorang yang belum halal untuk kita, sudahkah kita berfikir demikian? sudahkah cinta dan kasih sayang kita tercurah kepada Allah dan rasulNya, serta kepada kedua orang tua? Sudahkah kita membahagiakan mereka selagi mereka ada?

Sahabat…janganlah sampai kita menyesal dikemudian hari karena belum sempat membahagiakan mereka berdua, belum sempat membuat mereka tersenyum bahagia dan bangga atas keindahan akhlaq anak-anaknya…

Sahabat mari kita revisi isi hati kita, janganlah sampai hati kita terkena virus merah jambu yang mematikan, tapi tanamlah benih kecintaan dan kasih sayang hanya untuk Allah dan rasulNya, buatlah bangga kedua orang tuamu dengan indahnya akhlaqmu. Buatlah mereka tersenyum di detik-detik masa edarnya, buatlah mereka bisa tersenyum di hari akhir kelak karena akhlaq anak-anaknya yang bisa mengantarkannya sampai ke surgaNya, serta mampu berkumpul kembali dalam satu ikatan di jannahNya kelak…