Ketika mengharap kepada makhluk maka kekecewaan yang akan diperoleh, hal itu lah yang harus kita luruskan mulai dari sekarang. Ketika kita berharap pada belas kasih makhluk, maka bersiaplah untuk mendapatkan kekecewaan yang sangat mengecewakan.

Namun demikian…sebenarnya apa yang harus kita kecewakan? Toh itu semua adalah buah yang telah kita tanam sendiri, sepahit apapun buah itu maka harus kita telan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita memupuk pohon itu dengan “pupuk organik” yang lebih baik lagi bernama kesyukuran atas setiap yang didapat dan disiram oleh air sejuk keikhlasan.

Sebenarnya Allah telah dengan tegas menegur kita dalam ayat-ayat cintaNya “Maka nikmat Allah manakah yang kau dustai”. Dengan pupuk kesyukuran, maka hati akan tenang…siraman air keikhlasan akan tentramkan jiwa…Wallahu’alam.