Sudahkah kita bersyukur???

sebuah pertanyaan kembali saya gulirkan untuk mengawali tulisan ini, ya…seperti tulisan-tulisan lainnya hampir semua diawali dengan sebuah pertanyaan, namun hal ini diharapkan bisa membawa kita semua untuk lebih berfikir tentang diri kita sendiri, sebelum memikirkan orang lain.

Karena banyak sekali, diantara kita ini lebih senang memikirkan urusan orang lain dari pada apa yang ada pada diri kita sendiri, lebih sering sibuk mengoreksi kekurangan orang lain ketimbang diri sendiri. Kembali lagi kepada bahasan kita tadi, jadi sudah banyak syukurkah kita atau malah banyak kufur kita terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua???

Kita seringnya banyak mengeluh ketika masalah ditimpakan kepada kita, tanpa kita memikirkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Padahal nikmat Allah jauh lebih banyak daripada hal yang menurut kita tidak mengenakkan. Sahabat…pernahkah kita mensyukuri setiap nafas yang kita hembuskan setiap detiknya, atau setiap kedipan mata kita??? Kita sering mengeluh ketika hidung ini mampet karena flu sehingga untuk bernafas saja kesusahan, atau ketika mata ini sakit kita mengeluh karena tidak bisa menikmati indahnya dunia dengan optimal.

Oleh karena itu, marilah kita bersyukur atas semua yang diberikan Allah kepada kita semua. Karena setiap yang ciptakan tidak akan sia-sia, karena boleh jadi kita menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik menurut Allah dan bisa jadi kita tidak menyenangi sesuatu padahal itu adalah baik menurut Allah. Kita seringnya bersuudzon terhadap pemberian Allah, apalagi yang membuat kita tidak enak. Ketika diputuskan oleh “pacar” kita menangis dan berteriak bahwa Allah tidak adil…subhanallah padahal dibalik itu semua, ada hikmah yang lebih besar. Allah sayang kepada kita sehingga memutuskan tali pacaran itu, agar kita terhindar dari dosa-dosa harian. Kita menangis sejadi-jadinya ketika “calon” kita menikah dengan orang lain, dan menganggap bahwa hidup ini tidak adil, padahal bisa jadi Allah sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik buat kita semua.

Cobalah kita buka cakrawala syukur ini, cerahkan fikiran dan hati dengan banyak bersyukur kepada Allah. Ketika diputuskan oleh pacar, harusnya berucap “Alhamdulillah…akhirnya saya lepas dari jeratan dosa yang selama ini menderaku.” atau ketika calon kita menikah dengan orang lain, bisa kita berucap “Insya Allah…Allah sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik menurutnya..” Sungguh indah hidup ini, kala hati kita dibasuh dengan kesyukuran. Karena tidak akan ada lagi mendung ke-iri-an dalam hati kita, atau badai putus asa dalam hidup. Wallahu’alam.