Sahabat, pernahkah kita terpikirkan mengenai keberadaan facebook?

Ya facebook, siapa yang tak kenal dengan situs jejaring pertemanan yang satu ini. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, semua mengenalnya dan bahkan rata-rata mempunyai accountnya. Dan menurut berita yang saya baca di Yahoo news, bahwasanya Indonesia merupakan pemakai facebook no. 1 di Asia-Pasifik. Nah yang perlu kita sikapi di sini sekarang adalah bahwasanya facebook itu bagai sebuah pisau bermata dua, dia menyimpan sisi positif dan juga mempunyai sisi negatif. Ya bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

Sisi positifnya, bagaimana facebook bisa mempertemukan dua orang sahabat yang sudah lama tidak pernah ketemu semenjak SD karena kehilangan kontak, atau bahkan bertemu kembali dengan saudara yang lama tak jumpa karena mungkin terpisah oleh jarak dan waktu, atau bahkan seseorang bisa ketemu dengan jodohnya, atau mungkin juga bisa menjadikannya sebagai ajang promosi atau mencari relasi bisnis, dan lain sebagainya.

Atau bahkan ada orang yang mengatakan bahwa facebook coneccting people, ya memang jargon milik salah satu vendor telepon seluler Nokia ini cukup pas untuk menggambarkan manfaat dari facebook itu sendiri, karena memang bisa menghubungkan teman yang mungkin sudah lama tidak bertemu.

Nah dari sekian banyak hal positif itu, bukan tidak mungkin bahwa facebook itu sendiri menyimpan potensi bahaya yang sangat besar sekali. Sisi negatif dari penggunaan facebook di sini banyak orang memanfaatkannnya untuk sesuatu hal yang sangat tidak bermanfaat dan uncreative, misalnya saja dengan fasilitas penyimpan gambar orang dengan gampang dan seolah-olah menjadikannya sebagai album photo dengan memajang gambar-gambar yang tidak senonoh yang sangat berbau pornografi, yang tentu hal ini bisa membahayakan generasi muda.

Dan tak jarang pula digunakan sebagai alat untuk traficking, narsisme, sampai menyebarkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan adat dan kebudayaan bangsa ini. Namun demikian, apapun itu semua kita tetap harus menggunakannya dengan penuh bijaksana dan jangan salah kaprah. Sebaiknya kita gunakan untuk hal-hal yang bemanfaat.

Sebaiknya kita gunakan hal ini sebagai satu media dakwah, untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran serta mencegah kemungkaran. Bukan untuk ajang gaya-gayaan semata, narsisme bahkan kepada hal-hal yang negatif yang bisa merusak moral generasi bangsa. Mari kita gunakan media ini dengan sebaik-baiknya, sebagai ladang ibadah dan semoga bisa menjadi amal ibadah untuk kita semua. Wallahu’alam bi showab.