Sejenak melihat pemberitaan di televisi, sungguh banyak informasi yang melintas dihadapan kita semua. Informasi yang sudah seharusnya kita memiliki filter yang kuat, bagaimana tidak kalau kita tidak mempunyai filter yang sangat kokoh dan kuat maka secara tidak langsung bisa ikut terbawa arus efek negatif dari informasi yang “sesat”. Menjelang hari yang kata sebagian orang disebut sebagai hari “kasih sayang” or valentine, banyak sekali acara-acara di televisi yang disuguhkan dengan mengenakan bumbu “kasih sayang”, mulai dari acara yang ecek-ecek sampai ke acara yang wah.

Contohnya saja,infotainmen alias ghibahtainmen sibuk menyuguhkan kepada pemirsa dengan suguhan berita bertema kasih sayang. Mulai dari yang baru jadian, yang sudah berjalan, sampe ke yang baru nikah…hehehe..afwan cuma sekilas aja lihatnya. Namun satu hal yang membuat miris hati, banyak sekali ditayangkan…ya walaupun tidak begitu banyak juga sih..praktek pernikahan beda agama, yang dilakukan oleh para artis or selebritis dan dengan entengnya mereka berujar bahwa pernikahan itu karena cinta, dengan cinta dan kasih sayang. Ada juga yang sudah menikah namun rela meninggalkan keluarganya hanya karena PIL (pria idaman lain), walaupun beda agama dengan alasan sudah tidak ada kecocokan dan sudah menemukan cinta sejatinya. Padahal dibalik itu semua, secara sadar atau tidak sadar mereka sudah dengan rela mengorbankan akidah hanya untuk sebuah kata “cinta”. Naudzubillah mindzalik…

Bukan berarti disini saya ikut bergibah atau membongkar kejelekan orang lain, namun hanya semata ingin membongkar sedikit hikmah yang mungkin terselip dibalik itu semua, Allah mungkin sedang memperlihatkan kepada kita semua bahwa dalam memilih pasangan tidak hanya dari paras yang cantik, otak yang cerdas, namun agamanya rendah. Bukan itu yang jadi patokan,sebenarnya Allah sendiri sudah memberikan batasan kepada kita yang termaktub dalam ayat cintanya “Janganlah kalian menikah wanita-wanita musyrik, sampai mereka beriman. Seorang budak wanita Mukminah, dia lebih baik daripada wanita musyrik, meskipun dirinya (wanita musyrik itu) menakjubkan kalian. Dan janganlah menikahkan laki-laki musyrik (dengan wanita Muslimah) sampai mereka beriman. Seorang budak laki-laki Mukmin lebih baik daripada seorang laki-laki musyrik, meskipun dia (laki-laki musyrik itu) menakjubkan kalian. Mereka itu (orang-orang musyrik) mengajak (kalian) ke neraka, sedangkan Allah mengajak (kalian) ke syurga dan ampunan, dengan ijin-Nya. Dan Dia menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka mengambil pelajaran.” (Al Baqarah: 221).

Dalam ayat di atas jelas-jelas disebutkan, bahwa Ummat Islam secara mutlak tidak boleh menikahi wanita musyrik dan tidak boleh menikahkan wanita Muslimah dengan laki-laki musyrik. Alasannya jelas, orang-orang musyrik itu hanya akan mengajak kita terjerumus ke neraka. Na’udzubillah min dzalik. Oleh karena itu sahabat dalam menerima informasi or berita lebih baik kita memfilternya dengan sebaik-baiknya, tentu filter yang utama adalah yang berasal dari yang Maha mengetahui serta dari sunnah rasul. Semoga kita dalam memilih jodoh atau pendamping tidak hanya melihat dari kecantikan atau ketampanan, ataupun dari kekayaan semata, tapi alangkah lebih baiknya dari agamanya yang lebih utama. Wallahu’alam