Ahad ini Kmaaf bukan iklan..:)etika pulang dari bersilaturahim ke rumah dosen, ketika Allah menurunkan rahmat-Nya berupa hujan. Sudah jadi kebiasaan dari komplek rumah dosen saya berjalan dahulu untuk mencari angkot (angkutan umum) menuju ke rumah, ya tepanya ke tempat berhentinya angkutan umum. Walaupun sebenarnya bisa saja menunggu di gerbang komplek, namun lebih enak kalau langsung ke tempat berhentinya saja walau harus berjalan beberapa ratus meter hal itu tidak menjadi masalah.

Memang setelah melaksanakan shallat ashar di mesjid komplek sebelum pulang, membawa hati tenang dan sejuk. Kembali ke cerita awal, ketika akan naik angkutan umum ini pertama kulihat ada anak-anak kecil dengan menggunakan gaun yang sangat lucu, ya mereka mengenakan pakaian muslimah yang memang dirancang untuk anak-anak tapi tentunya dengan bentuk kerudung binatang yang lucu-lucu. Ya..kulihat anak-anak kecil dengan usia sekitar 5-6 tahun, yang masih lucu-lucu, mereka seusia dengan adik-adikku di kampung.

Tingkah laku mereka sangat lucu, ditambah dengan busana yang sangat lucu serta wajah-wajah polos tanpa dosa menambah kelucuan tersendiri yang khas, dengan senang dan riang gembiranya memegang tropi hasil perlombaan dan hadiah yang telah di raih. Mereka bersenda gurau dan sekilas bercakap dengan pembimbingnya “Jangan kasih tahu ummi ya kalau kita menang, kita kasih kejutan buat ummi dan abi di rumah…” dengan wajah penuh keceriaan, mereka ingin membawa kejutan kerumahnya tentunya buat ummi dan abi tercinta mereka.

Mereka tersenyum, tertawa riang serta wajah polosnya menambah kelucuan tersendiri, kelucuan yang penuh dengan keikhlasan. Mereka bernyanyi yang seakan menggambarkan keceriaan masa kecil yang indah.

Ah….sayang aku tak bawa kamera…tapi memang aku kan tak punya kamera ya…hehehehe…:), ingin sekali ku potret wajah yang penuh keceriaan ini. Sahabat itulah sebuah catatan kecil yang perlu kita renungi, betapa masa kecil itu indah sekali, namun memang tidak semua orang mungkin bisa merasakannya. Betapa kita sudah melewati masa itu, apa yang telah banyak kita perbuat.

Ya…apakah kita semua sudah mampu memenuhi harapan ayah-bunda kita semua, sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan dan kita jawab dengan hati nurani yang paling dalam.